Sepak Terjang Ibrahim Si Florist (Janazah Temanggung)

Untuk mengobati hati yang kecewa lantaran yang disergap Densus 88 di rumah Moh. Djahri itu ternyata bukan Noordin M. Top, saya mencoba memaparkan siapa sesungguhnya Ibrahim si Florist yang terkapar di pojok kamar mandi rumah Moh. Dajhri…..

Ibrahim bekerja sebagai penata bunga di Hotel Ritz-Carlton sekitar enam bulan terakhir. Sebelum bekerja di sana, Ibrahim pernah bekerja di Hotel Mulia tahun 2002 sampai 2009. Hal ini dibenarkan oleh Asisten Direktur Komunikasi Hotel Mulia Jakarta Adeza Hamzah.

Sebagai florist, wajah Ibrahim cukup dikenal kalangan pedagang bunga di Pasar Rawabelong, Jakarta Barat. Sebab, seperti dituturkan Staf UPT Pasar Bunga Rawabelong H Somadi Salah, Ibrahim biasa membeli langsung bunga yang dibutuhkan hotel di pasar tersebut.

Ibrahim pernah tinggal di sebuah rumah kontrakan Baca lebih lanjut

Terungkap Jenazah Temanggung : Ibrahim Bukan Noordin (ket. Pers Polisi)

Ibrahim

Ibrahim

Ternyata betul dugaan banyak orang bahwa yang ditembak dan dibombardir polisi selama 18 jam itu bukan Noordin M. Top tapi Ibrahim, “Identifikasi di Cilacap nggak cocok. Cilimus cocok. Jadi jenazah di Temanggung adalah Ibrohim,” kata Ketua DVI Polri Brigjen Pol Eddy Saparwoko dalam jumpa pers di RS Polri,  Sekadar diketahui, Cilimus, Kuningan, Jawa Barat adalah tempat keluarga Ibrohim menetap selama ini. Istri Ibrohim Suci Hani beserta 4 anaknya tinggal di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan. Ibrahim adalah Florist yang setelah peladakan Bom di JW Marriote menghilang. Baca lebih lanjut

Hasil Test DNA: Ternyata Bukan Noordin

Episode pencarian Noordin M Top sepertinya bakal terus bersambung. Sebab, sesosok mayat yang tewas usai penggerebekan Densus 88 di Temanggung, Jawa Tengah bukanlah gembong teroris yang paling dicari polisi, melainkan florist Hotel Ritz Carlton Ibrohim.

“Bahwa jenazah yang diduga Noordin ternyata bukanlah Noordin. Tapi, melihat mukanya itu diduga Ibrohim,” ujar sumber kepolisian yang tidak ingin disebutkan namanya… Baca lebih lanjut

18 88 Angka Misteris Teroris

Entah kebetulan atau tidak, yang pasti pelaku Bom di JW Marriote Jakarta yang check in 2 hari sebelumnya sewaktu memesan kamar dia memaksa untuk menempati kamar 1808 walaupun sebelumnya ditawari 2 kamar, mereka menyewa kamar itu selama 2 hari dengan harga sewa $ 340,00. pemilihan nomor ini bukan tidak dasari, bukan asal-asalan, tapi mereka mengisyarakt bahwa pada tanggal 18 bulan 08 mereka akan melakukan aksi bom bunuh diri terbesar dalam sejarah bom di indonesia, tidak tanggung-tanggung target mereka adalah Baca lebih lanjut

Misteri Bunga dan Teror Bom

Sepintas tak ada hubungannya usaha bunga segar dengan aksi teror bom kelompok Noordin M Top. Namun jika dicermati, sejumlah kota di Indonesia yang disinggahi teroris maupun aktivitas para anggotanya kerap terkait dengan bunga. Sinyal apa sebenarnya yang mereka kirimkan?

Seperti yang diutarakan pengamat intelijen Dynno Chressbon “Persiapan bom Marriott-Ritz dilakukan dua tahun lalu. Saat polisi melakukan pengejaran, kelompok teroris selalu berada di daerah yang terkait dengan bunga,”

Menurut Dynno, pilihan para teroris itu bukan tanpa alasan.

Bom yang diselipkan di Bunga

Bom yang diselipkan di Bunga

,” tandasnya.

Kota Bandung, misalnya, pernah disinggahi Noordin M Top bersama rekannya Tohir. Pada 4 Agustus 2003 atau sehari sebelum Hotel JW Marriott diledakkan, Noordin dan Tohir pindah ke Bandung dan tinggal di kawasan Cibadung Raya. Setelah Asmar Latin Sani meledakkan bom Marriott I, Azahari dan Ismail yang tadinya berada di Jakarta kemudian menuju kota kembang yang juga dijuluki Paris van Java itu. Baca lebih lanjut

Polisi…Hacker aku minta Bantuanmu

Mengapa sampai saat ini Polisi belum bisa menemukan siapa punulis blog Bushro(http://mediaislam-bushro.blogspot.com) , apa karena memang polisi enggan untuk mengungkapnya atau polisi memang tidak mampu membongkarnya, malah ada keterangan memilukan….

“Saya minta justru mungkin kan banyak hacker yang pintar di Indonesia, ayo buktikan bela bangsa dan negara. Cari itu semua. Beri informasi supaya tertangkap nanti,” sebut Kadiv Humas Polri Irjen Pol Nanan Sukarna di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (31/7).

Menurut mantan Kapolda Sumatera Utara ini, kepolisian melalui unit cyber crime masih melacak siapa pengendar pengakuan gembong teroris asal Malaysia tersebut. “Mudah-mudahan bisa dilacak. Kalau sudah tahu nanti akan diumumkan,” tuturnya.

Padahal polisi khususnya DENSUS tahun ini mendapatkan dana Milyaran dari USA dan Australia, ada pertanyaan besar Pak di seluruh Rakyat Indonesia….. Tumpas saja jangan sungkan-sungkan walaupun ada mantan Jenderal yang terlibat… Rakyat Indonesia akan mendukungmu…….

Inilah Penulis Blog BUSHRO (http://mediaislam-bushro.blogspot.com)

Bisa dipastikan bahwa yang menulis pernyataan resmi dari Tandzim Al Qo’idah Indonesia bukan bu Muawwidz Nur Din bin Muhammad Top seperti yang tertulis dib log itu, hal ini bias dilihat dari beberapa kejanggalan, antara lain:

  • Pada awal tulisan tertulis “KETERANGAN RESMI TANDZIM AL QO’IDAH INDONESIA” padahal Nordin M Top tidak pernah mengakui batas teritorial Negara-negara melayu, kelompok Islam keras ini pergerakannya meliputi seluruh kepulauan Melayu, termasuk Malaysia, Singapura, Indonesia dan Philipina.
  • Pada kata penutup yang ditulis dengan huruf Arab tertulis “al-mukminun”, disini jelas-jelas salah, berarti penulisnya mereka yang tidak paham Bahasa Arab.
  • Pada Pernyataan kedua poin 2 tertulis “Menghancurkan kekuatan mereka di negeri ini” kata ini disini yang dimasudkan adalah Indonesia padahal mereka sekali lagi tidak mengakui Negara selain Negara Islam, jadi alas an kedua ini tidak pernah dijadikan alasan mereka.
  • Tanggal Posting terlalu jauh jaraknya dengan kejadiannya, Kebisaan ini tidak lazim, Pernyataan Resmi kelompok teroris biasanya ditulis paling lambat 3 hari setelah peristiwa terror.
  • Blog yang dipakai ini gratisan, dan dengan sangat mudah sekali ditemukan dari mana penulis mempostingnya….dan itu artinya bukan tipologi Nordin M Top

Dari beberapa alasan di atas penulis Blog ini adalah orang atau sekolempok orang yang mempunyai kepentingan lain…. Bisa orang yang sengaja memperkeruh masalah supaya Konsentrasi Polisi terpecah…atau bisa juga kelompok pelaku Bom itu sendiri, sengan asumsi pelaku Bom di JW Marriote dan Rizt Calrton bukan kelompok Noordin M Top, disini bisa dianalisa bahwa sampai sekarang polisi belum menemukan pelakunya dan belum berani memastikan bahwa pelakunya adalah kelompok Nordin M Top, penulis yang sekaligus pelaku terror ini membiaskan kembali supaya perhatian dan konsentrasi polisi terpecah sehigga memberikan ruang waktu bagi mereka untuk menyusun strategi persembunyiannya dan berupaya mencari kambing hitam…..jangan-jangan…yang diisyaratkan SBY itu benar lho……

Tulisan Sebelumnya