Isi Nyanyian Terbaru Nazaruddin

Negara kita sudah dalam keadaan sakit kronis, dimana-mana ditemukan mafia, sehingga para wakil rakyat juga dibuat bingung dengan harus banyak membuat panja mafia ini dan itu, apakah kali ini DPR akan juga membentuk Panja Mafia Nyanyian….

inilah negeri Mafia teriak Mafia…. seperti berikut mafia yang lantang benrnyanyi….

Muhammad Nazaruddin, kembali bernyanyi dari persembunyiannya, setelah sebelumnya melakukan hal serupa. Dalam wawancara dengan Metro TV,mantan bendahara umum Partai Demokrat ini kembali menegaskan keterlibatan Ketua Umum Demokrat, Anas Urbaningrum.

Nazaruddin membeberkan keterlibatan Anas dalam kasus yang menyeretnya, diantaranya dari aliran dana untuk pemenangan Anas di Kongres Bandung,  permainan proyek APBN untuk mendanai gerakan partai hingga bargaining  dengan KPK agar kasus suap tersebut tak dilidik KPK.

Nazar mengisyaratkan, dirinya masih berada di luar negeri dan akan kembali jika memang bisa membuktikan adanya aliran uang ke dirinya. “Kalau ada bukti bahwa ada aliran uang ke saya, saya akan kembali ke Indonesia,” kata Nazaruddin, tadi malam.

Nazaruddin menyebutkan, uang tersebut dari permainan dalam sejumlah proyek di pemerintahan oleh para elit Demokrat. Ia banyak mengungkap aliran uang kepada Anas. Nazar menyebut, Anas menghabiskan dana 20 juta dolar AS untuk pemenangan di Kongres Bandung. Uang tersebut berasal dari proyek APBN yakni proyek Andalas dengan memenangkan PT Adhie Karya. “Dari proyek Ambalat, untuk pemenangan Anas Rp50 miliar. Dibawa dengan mobil boks yang dibawa Ibu Yuliani. Dan, Ibu Yuliani sekarang dilindungi Anas,” papar anggota Komisi VII DPR itu.

Selain itu, kata Nazaruddin, ada pula uang sebesar Rp35 miliar yang digunakan untuk pemenangan Anas. “Semua tahu, uangnya dari proyek mana, dari siapa ngambilnya,” ujar Nazaruddin.

Nazaruddin bahkan menantang KPK untuk memeriksa Anas. “Kalau berani tangkap Anas, jangan direkayasa semua. Karena saya tidak percaya dengan KPK,” katanya.

Dalam pertemuan itu, Nazaruddin mengatakan bahwa yang mengantar uang tersebut adalah seorang supir bernama Dayat dan yang membagi uang tersebut adalah Angelina Sondakh. “Dayat itu supirnya Yulianis, yang membawakan uang ke Anas. Uang tersebut diambil dari proyek Andalas yang  ditangani oleh isteri Anas,” terangnya.

Meski tetap menyerang Anas, sikap Nazaruddin sepertinya melunak pada Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro dan Andi Mallarangeng. Jika sebelumnya Nazar menuding Andi dan Ibas, demikian Edhie disapa, menerima uang dari proyek wisma atlet, namun dalam wawancara tersebut, Nazaruddin melunak.

“Kalau Andi Mallarangeng, saya belum terlalu (tahu) itu. Kalau yang sudah terima uang, ada DPR sebesar Rp9 miliar, dan Anas sebesar Rp7 miliar,” kata Nazaruddin ketika ditanya keterlibatan Andi dalam kasus dugaan suap Wisma Atlet tersebut. Pembangunan ini merupakan proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga yang dipimpin Andi.

Lantas, bagaimana dengan Ibas? Apakah ada uang yang mengalir ke Ibas pada Kongres PD II? “Waktu itu saya berlawanan dengan Ibas. Saya tak pernah kasih uang ke dia. Saat itu Ibas dalam posisi (bersama) calon yang lain. Tak ada kepentingan atau relevansi kasih uang ke dia,” kata Nazaruddin.

Selama wawancara yang ditayangkan secara langsung selama sekitar 25 menit, Nazaruddin berulang-ulang menyebut Anas, Wakil Sekjen Saan Mustofa dan Angelina Sondakh, dan anggota Fraksi PD Mirwan Amir. Sebelumnya, terkait tudingan terima suap, baik Andi maupun Ibas telah membantahnya.

Dalam nyanyian terbarunya ini, Nazaruddin juga mengatakan bahwa dirinya hanyalah orang suruhan Anas. “Saya ini juga dibawah kontrol Anas. Buka saja semua kejahatan dia, keluarga saya jadi hancur terzalimi,” tegasnya. Bahkan,  Nazar mengaku pelariannya ke Singapura atas perintah Anas Urbaningrum.

“Ente ke Singapura dulu. Sabar dulu ente,” aku Nazaruddin.

Hal lain yang mengejutkan adalah, adanya bargaining Anas dengan Komisioner KPK, Chandra Hamzah, agar KPK tidak mengusut kasus suap Sesmenpora. Dimana pada saat itu, Anas meminta pada KPK, agar pengusutan kasus itu hanya sampai tahap pemeriksaan Nazaruddin saja. Sedangkan kader PD yang terlibat, ada menerima aliran dan itu. Tidak akan diperiksa lagi, dan semua kasus itu diberhentikan secepatnya.

Sedangkan KPK meminta PD melalui Anas sebagai Ketua Umum untuk mendukung dan mengusulkan Chandra Hamzah kembali menjadi komisioner KPK. Bahkan, dalam perundingan itu, Anas memberikan sejumlah uang pada Bibit dan Chandra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: