Koin Cinta Prita Mulyasari

Sungguh luar biasa antusias dukungan masyarakat Indonesia terhadap kasus hukum Prita Mulyasari dengan Rumah Sakit OMNI Internasional Tanggerang Banten, begitu diputuskan oleh pengadilan bahwa Prita Mulyasari harus membayar denda atas tercorengnya nama Rumah Sakit OMNI International sebesar Rp. 204 Juta dengen segenap hati masyarakat Indonesia mempertayakan putusan pengadilan tersebut, tapi bagaimanapun tangguhnya, angkuhnya, mahalnya hukum di Indonesia harus tunduk kepada Rakyatnya… saat ini rakyat sudah mulai gerah dengan ntrik-intrik hukum di Indonesia, semua lapisan masyarakat hampir pernah berurusan dengan hukum baik secara langsung maupun tidak langsung, dan mereka merasakan bahwa hukum tidak pernah berpihak kepada rakyat yang mengandalkan kebenaran, keadalian dan tampang saja, hukum akan lebih berpihak kepada mereka yang mempunyai uang, tahta, dan bahkan di suatu tempat pernah terjadi hukum dibeli dengan tubuh wanita…

Koin yang terkumpul di posko-posko peduli Prita, adalah bentuk hardikan kepada hukum dan Rumah Sakit Omni International… bahwa hidup ini bukan semata-mata untuk uang…dan yang selama ini sering menerima koin atau istilah awamnya Uang Receh hanya pengemis dan pengamen, walaupun tidak eksplisit para mpenyumbang menyatakan bahwa mereka sesungguhnya mereka memberi uang receh kepada seorang pengemis yang sembunyi di balik meja yang warna Hijau dengan pakaian hitam dan pengemis yang sembunyi di balik Jas dan pakain putih…. dan ternyata para pengemis sekarang tidak berani tampil lag dengan Rumah Sakit Omni Tangerang telah mencabut gugatannya… malu kali ya…hahahahaha….

Sampai dengan hari Sabtu tgl. 13-12-09 koin yang terkumpul sekitar 290 dan beratnya mencapai 6 ton…dan semua posko di seluruh penjuru Nusantara akan ditutup hari senin 14-12-09, dan penghitungan yang semula akan dilaksanakan tanggal 17-12-09 akan dimajukan karena banyaknya koin yang masuk…dan para penghitungnya adalah para Blogger (HIDUP BLOGGER)

2 Tanggapan

  1. Yuk dukung Koin Prita Masuk Guinnes Books of Records; spy dokter-dokter tambah malu… baca ya di sini:

    http://kalipaksi.com/2009/12/16/guinness-world-records-untuk-koin-prita/

  2. ‘BPOM DAN KEMENKES DIBUBARKAN SAJA’

    Rutinitas dan kinerja buruk BPOM terjadi setiap tahun dan terus berulang.

    Di sebuah radio swasta nasional Elshinta untuk kesekian kali dibahas kinerja BPOM. Di acara tengah malam hingga larut pagi itu muncul berbagai opini atau komentar banyak anggota masyarakat pecinta radio tersebut. Ada banyak yang memberikan apresiasi terhadap BPOM dan ada banyak pula yang memberikan saran-saran dan bahkan menyindir dan mencaci. Yang menyindir dan mencaci lebih banyak ketimbang yang memberi apresiasi. Apa maknanya?

    Dari sangat banyak opini dan komentar tersebut terlihat bahwa sesungguhnya kinerja BPOM kurang efektif dan tidak banyak berubah. Setiap bulan Ramadhan tiap tahun, misalnya, BPOM mengadakan sidak ke berbagai pasar penjual makanan dan minuman dan ke supermarket-supermarket guna memeriksa kemungkinan adanya makanan dan minuman yang kadaluwarsa dan lainnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya tentu saja ditemukan banyak makanan dan minuman kadaluwarsa atau makanan dan minuman terlarang karena mengandung bahan pengawet dan pewarna yang tak diperbolehkan. Ini terutama di pasar-pasar tradisional, pasarnya rakyat kelas bawah.

    Orang-orang BPOM digaji besar oleh uang negara uang rakyat untuk menjalankan tugas penting mengontrol terhadap makanan dan minuman yang ada di pasaran. Namun dari banyak pendengar Elshinta yang memberikan komentar, kita bisa menemukan bahwa BPOM ternyata hanya melakukan rutinitas dan kienrjanya buruk. BPOM tidak membuat terobosan apapun dari tahun ke tahun dan tidak ada pembenahan sistemnya.

    “BPOM hanya seremonial belaka, tiap tahun mereka [BPOM] turun ke pasar-pasar tapi tak ada ahsil, makanan dan minuman berpengawet ilegal tetap banyak,” ujar seorang pendengar. Beberapa pendengar yang lain mengomentari daging sapi di pasaran yang berformalin agar lebih tahan lama. “Kalau ke pasar-pasar pagi di jam-jam siang kita bisa menemukan penjual daging itu sedang melumuri dagingnya dengan larutan formalin lalu disimpan untuk dijual esok. Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri,” ujarnya.
    “Saya lihat sendiri bakso, tahu dan ikan direndam di air formalin. Kalau dibau terasa. Tahu dan ikan diformalin berbau kedelai, yang diformalin berbau formalin,” ujar pendengar lainnya.

    Dari beberapa saksi mata atau pengakuan itu bisa ditarik kesimpulan-kesimpulan nyata. 1\ BPOM tidak menghasilkan efektivitas kinerja kontrolnya terhadap makanan dan minuman yang tidak sehat dan bahkan berbahaya bagi kesehatan, terbukti dengan terus beredarnya makanan dan minuman berpewarna dan berpengawet. 2\ BPOM bahkan menunjukkan kemunduran kienrja, terbukti dengan terus merajalelanya daging, bakso, tahu dan ikan berformalin di pasaran umum. 3\ Terus terjadi tindak pidana yang dilakukan banyak penjual tersebut, berarti BPOM hanya menjalankan rutinitas tanpa target kinerja yang jelas untuk dicapai, berarti kemungkinan BPOM tidak melaporkan temuan-temuannya kepada polisi. 4\ Polisi tidak melakukan tindak lanjut atas kemungkinan laporan temuan-temuan BPOM. Pelajaran sangat-sangat penting yang bisa diperoleh dari kebiadaban BPOM adalah sesungguhnya BPOM selalu berkinerja sangat buruk.

    Dari radio rakyat Elshinta banyak orang marah terhadap kinerja sangat buruk BPOM. Mereka kebanyakan melihat bahwa BPOM tidak ada fungsinya dan tak ada manfaatnya publik dan masyarakat luas Indonesia. Mereka minta agar BPOM dibubarkan. “Untuk apa negara menggaji mereka kalau tidak mengawasi efektif,” ujar mereka.

    CARA KORUPSI TAK LANGSUNG

    Beberapa pendengar memberikan komentar dengan mengaitkan korupsi tak langsung BPOM dan Kemenkes baru-baru ini melalui peluncuran produk makanan bayi, sesudah kasus heboh makanan bayi yang disinyalir mengandung racun beberapa waktu sebelunya. Kata mereka, orang-orang di Kemenkes dan BPOM mulai membuat kesepakatan agar Menkes segera mengumumkan produk-produk makanan bayi yang diproduksi beberapa perusahaan tertentu aman dan sehat. Menurut mereka, uang dari perusahaan-perusahaan tersebut yang masuk ke kantong pejabat-pejabat Kemenkes dan BPOM mencapai ratusan juta dan miliaran. “Lihat rumah dan mobil pegawai-pegawai BPOM baru-baru dan bagus-bagus,” ujarnya. Melihat hal-hal tak beres tersebut, mereka juga menyarankan agar BPOM dan Kemenkes dibubarkan saja. (Rdp)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: