Misteri Bunga dan Teror Bom

Sepintas tak ada hubungannya usaha bunga segar dengan aksi teror bom kelompok Noordin M Top. Namun jika dicermati, sejumlah kota di Indonesia yang disinggahi teroris maupun aktivitas para anggotanya kerap terkait dengan bunga. Sinyal apa sebenarnya yang mereka kirimkan?

Seperti yang diutarakan pengamat intelijen Dynno Chressbon “Persiapan bom Marriott-Ritz dilakukan dua tahun lalu. Saat polisi melakukan pengejaran, kelompok teroris selalu berada di daerah yang terkait dengan bunga,”

Menurut Dynno, pilihan para teroris itu bukan tanpa alasan.

Bom yang diselipkan di Bunga

Bom yang diselipkan di Bunga

,” tandasnya.

Kota Bandung, misalnya, pernah disinggahi Noordin M Top bersama rekannya Tohir. Pada 4 Agustus 2003 atau sehari sebelum Hotel JW Marriott diledakkan, Noordin dan Tohir pindah ke Bandung dan tinggal di kawasan Cibadung Raya. Setelah Asmar Latin Sani meledakkan bom Marriott I, Azahari dan Ismail yang tadinya berada di Jakarta kemudian menuju kota kembang yang juga dijuluki Paris van Java itu.

Kota bunga lainnya yang juga sempat menjadi sarang kelompok teroris Noordin M Top dan Azahari adalah Wonosobo. Pada 29 April 2006, polisi menangkap seorang anak buah Azahari bernama Solahuddin. Dua anak buah Azahari lainnya yaitu Jabir dan Abdul Hadi tewas dalam baku tembak di kota yang dikenal sebagai penghasil bunga di Jawa Tengah itu.

Kota Batu di Jawa Timur juga pernah disinggahi Azahari. Kota sejuk ini bahkan menjadi tempat terakhir Azahari menghirup udara sebelum akhirnya tewas dalam baku tembak pada 9 November 2005 silam. Batu juga menjadi tempat tinggal seorang pedagang bunga bernama Hendrawan (51) yang ditangkap Densus 88 pada Minggu 21 Juli lalu di Solo. Polisi mengklaim Hendrawan sebagai anggota Jamaah Islamiyah yang kabur dari Singapura dan masuk ke Indonesia melalui Batam pada 2003.

Misteri bunga yang paling gres adalah sosok Ibrohim yang kini tak diketahui rimbanya. Sebagai florist di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Ibrohim memiliki akses luas untuk keluar masuk hotel milik konglomerat Tan Kian itu. Ibrohim pun dicurigai ikut andil dalam pemboman 17 Juli lalu.

“Dia bisa membawa keluarga, teman-temannya. Atau dengan kata lain, dia sudah meninggalkan jejak langkah sebagai seorang teroris,” tandas Dynno

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: