Mengapa Saya Jadi Teroris (1)

Tulisan ini bersumber dari beberapa teroris aktif dan mantan teroris yang mereka menamakan dirinya Jamaah Islamiyah, yaitu suatu jaringan organisasi Islam yang saat ini adalah jaringan teroris menurut PBB, Jamaah Islamiyah sendiri sejak tahun 1999 secara organisasi sudah dibubarkan. Tulisan ini akan bersambung tiap hari, kami akan berusaha menulis mengapa seseorang menjadi teroris dari segala aspek dengan harapan kita bisa mengenal lebih jauh siapa mereka sehingga muncullah pemikiran-pemikiran baru bagaimana mencegah dan meminimalisir kegiatan mereka.

Teroris di Indonesia sebagaian besar mereka mengatasnakaman Islam dan Jihad, padahal Islam sendiri muncul hanya untuk memperbaiki Akhlak Manusia (Rahmatan lilalamin) dan Jihad sendiri adalah berjuang untuk Islam, pada kata Jihad ini para teroris bersembunyi…. secara organisasi teroris di Indonesia bisa dikatakan unik, meski para pentolan-pentolan Teroris di Indonesia sudah ditangkap bahkan ada yang di aksekusi mati tapi kenyataan di lapangan mereka ternyata tumbuh subur, lantas apa saja yang menyebabkan mereka menjadi seorang teroris…. mulai hari ini saya mencoba menulis menurut sudat pandang pribadi saya….apakah mereka patut kita salahkan sehingga harus dihukum….apakah kita sebagai masyarakat lapisan bawah, para pengusaha, para penegak hukum dan para penguasa adalah juga menjadi penyebab secara tidak langsung…..

Faktor Ekonomi

Indonesia adalah negara berkembang sehingga kesenjangan ekonomi sangat tajam sekali, yang kaya akan menjadi kaya sedangkan yang miskin semakin hari mereka semakin tertekan oleh kebutuhan ekonomi, kebijakan ekonomi pemerintah yang dibuat sedemikian rupa supaya ekonomi kerakyatan bisa tumbuh pesat, tapi sampai saat ini ekonomi mikro masih berjalan terseok-seok…. pada kenyataan di lapangan para oknum yang dipercaya secara teknis untuk menjalan kebijakan pemerintah tidak bekerja maksimal bahkan mereka masih bisa memanfaatkan celah-celah untuk memperkaya diri… dan ironis masyarakat lapisan bawah mereka sadar dan tahu bahwa mereka saat ini dibodohi, dibohongi dan bahkan dimanfaatkan dan diekploitasi untuk beberapa kepentingan-kepentingan…

kondisi masyarakat yang seperti itu akan sangat mudah sekali dimasuki pengaruh-pengaruh yang lebih menjanjikan, masyarakat bawah sudah berada pada titik kejenuhan, mereka sudah penat dan lelah dikejar-kejar kebutuhan sehari-hari…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: